BPPSPAM - Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
14 PDAM Sehat Terima Subsidi Bunga Pinjaman
JAKARTA--MI: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan memberi subsidi bunga pinjaman bank kepada 14 perusahaan daerah air minum (PDAM) berstatus sehat.

Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Budi Yuwono, menjawab pers di Jakarta, Jumat (30/4), mengatakan, pihaknya menyiapkan dana untuk subsidi selisih bunga itu sebesar Rp50 miliar. Subsidinya dalam bentuk pinjaman yang besarannya disesuaikan dengan jumlah dana yang diajukan oleh masing-masing PDAM.
 
Warga Kamal Berharap Air Bersih

KEMBANGAN (Pos Kota) – Air kebutuhan hidup manusia. Ini yang menjadi persoalan warga Kelurahan Kamal Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat saat ini. Mereka meminta pemerintah mensubsidi air bersih karena kondisi air tanahnya tidak dapat digunakan, bahkan tercemar karena adanya pabrik.  ”Jangankan untuk masak, untuk mandi dan mencuci pun gak bisa. Airnya bau besi,” kata Egar Warman, Ketua RW 03 Kamal.

Jaringan air bersih dari Pemprov DKI Jakarta belum masuk. Padahal di wilayah perbatasan di Perumahaan Villa Bandara Desa Dadap jaringan air PAM sudah masuk dari wilayah Tangerang. ”Wilayah perbatasan cuma 10 langkah tapi justru dari Jakarta sebagai ibukota negara belum menjangkau,” ujarnya.

 
Warga Minta PDAM Beri Kompensasi

Surabaya - SURYA- Macetnya air PDAM di wilayah Surabaya barat, membuat warga protes dan menuntut kompensasi, Rabu (28/4).

Romlah, salah satu pelanggan PDAM di Manukan Tama mengatakan, sejak tiga hari ini air PDAM tidak mengalir normal. Ibu dua anak ini mempertanyakan niat baik PDAM, sebab jika telat membayar sambungan diputus, namun jika kerap mati, tagihannya tetap penuh. “Harus dikorting alias didiskon, kami ini rugi dua kali,’’ keluhnya.

Ferry Irawan, warga Balongsari yang wilayahnya juga kena giliran mampet mengaku, sekarang warganya sibuk menyiapkan air bersih untuk cadangan. Satu jerigen air yang biasanya dijual Rp 1.000 sampai Rp 1.500, karena macetnya PDAM, naik menjadi Rp 2.500 per jerigen.

 
Aetra harus ubah persepsi berbeda dengan PDAM
PT Aetra Air Jakarta (Aetra) harus mengubah persepsi pelanggan yang mencitrakan kualitas pelayanan dan produknya tidak berbeda dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang tidak menyenangkan.

Konsultan menajemen Tanri Abeng mengatakan persepsi pelanggan terhadap pelayanan air minum belum seluruhnya berubah dari yang selama bertahun-tahun dilakukan PDAM  dengan pendekatan manajemen birokrasi.

"Mengubah persepsi itu sangat penting karena bertahun-tahun persepsi mereka bahwa kualitas pelayanan semua PDAM sama yaitu birokratis dan pelayanannya buruk," katanya di Jakarta hari ini.
 
Masyarakat Rindukan Pelayanan Air Bersih yang Maksimal
Medan, (Analisa)

Anggota Komisi B DPRD Medan dari Fraksi Partai Golkar, Dra Hj.Ainal Mardiah menyatakan keprihatinannya sampai saat ini masih banyak masyarakat pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi mengeluh karena belum memperoleh pelayanan air bersih secara maksimal.

"Patut disesalkan pelayanan yang diberikan PDAM Tirtanadi belum juga maksimal padahal sudah dikategorikan salah satu PDAM terbaik di Indonesia. Masyarakat sampai saat ini sangat merindukan pelayanan air bersih yang maksimal," ungkap Ainal Mardiah dalam bincang-bincang dengan Analisa di kediamannya Jalan Suasana Tengah Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli, Selasa (27/4).

 
<< Mulai < Prev 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 Next > End >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

SIM SPAM
GIS BPPSPAM

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini824
mod_vvisit_counterKemarin1150
mod_vvisit_counterMinggu ini824
mod_vvisit_counterMinggu lalu10221
mod_vvisit_counterBulan ini33239
mod_vvisit_counterBulan lalu43111
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1943810

Pengunjung Online : 19
IP anda : 54.145.166.247
,
2015-05-24 17:52