BPPSPAM Pacu PDAM Jembrana Tekan Tingkat Kehilangan Air

Tingginya tingkat kebocoran air menyebabkan PDAM kehilangan potensi pendapatan karena air yang diproduksi tidak terdistribusi kepada pelanggan sehingga membuat kinerja PDAM menurun. Dari 371 PDAM yang dievaluasi oleh BPPSPAM, Baru ada 39 PDAM yang tingkat kehilangan airnya dibawah 20 persen, Sedangkan 332 PDAM tingkat kehilangan air masih diatas 20 persen. Sedangkan tingkat kehilangan air rata-rata nasional masih di angka 32,10 persen. Dalam rangka menekan kebocoran air PDAM, Pada tahun 2017 Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) telah melakukan pendampingan penurunan air di 15 PDAM yang salah satunya adalah PDAM Kabupaten Jembrana.

NRW jembrana1Untuk melakukan sosialisasi action plan penurunan tingkat kehilangan air/non revenue water (NRW) PDAM Kabupaten Jembrana, BPPSPAM menyelenggarakan acara Penanganan Kehilangan Air dan Peningkatan Kinerja PDAM Jembrana di Hotel Jimbarwarna, Jembrana, (Senin,10/10). Acara dibuka oleh Asisten Daerah II Pemerintah Kabupaten Jembrana sekaligus Ketua Dewan Pengawas PDAM Kabupaten Jembrana, Drs. I Gusti Putu Marthadana, M.Si dan dihadiri oleh Kasubag Fasilitasi Penyiapan Rekomendasi Kebijakan BPPSPAM, Eliza Bhakti Amelia, ST, M.SE sebagai narasumber. Hadir dalam acara Anggota Dewan Pengawas PDAM, Direktur PDAM dan staf PDAM Kabupaten Jembrana.

Drs. I Gusti Putu Marthadana, M.Si menyampaikan bahwa saat ini PDAM Kabupaten Jembrana memiliki 5 wilayah cakupan pelayanan yang meliputi wilayah administrasi Kecamatan Melaya, Negara, Jembrana, Mendoyo, dan Pekutatan. Untuk membangun komunikasi yang baik kepada masyarakat, PDAM diharapkan menerapkan 3S ( Senyum, Salam, dan Sapa) dalam melayani pelanggan. Selain itu, manajemen PDAM diharapkan terus melakukan evaluasi kinerja dan meningkatkan kompetensi Sumber daya manusia.

NRW jembrana2Eliza Bhakti Amelia, ST, M.SE menyampaikan bahawa PDAM Kabupaten Jembrana masuk dalam kategori sehat dengan nilai kinerja 2,82. Berdasarkan hasil evaluasi BPKP tahun 2017 tingkat NRW PDAM sebesar 26,33% namun berdasarkan pengukuran langsung dengan alat ukur ultrasonic flow meter yang dilakukan BPPSPAM, NRW PDAM Jembrana sebesar 33%. Ketidak akuratan pengukuran ini karena tidak adanya water meter induk dan tidak akuratnya water meter pelanggan. Dengan melaksanakan action plan 2018 – 2022 yang salah satunya adalah melakukan penggantian meter air secara berkala, PDAM diharapkan bisa menurunkan tingkat kehilangan air hingga mencapai 23,9% pada tahun 2022.

Direktur PDAM Kabupaten Jembrana Ida Bagus Kerthanegara, SH, MSi mengatakan bahwa saat ini jumlah pelanggan PDAM Kabupaten Jembrana adalah 23.035 atau 64% dari jumlah penduduk. Adapun tarif rata-rata yang berlaku di Kabupaten Jembrana adalah Rp. 3.924,05 per meter kubik, sedangkan HPP biaya pengelolaan air adalah Rp. 4440,15 per meter kubik. Hal ini berarti PDAM masih mengalami kerugian Rp 615,10 per meter kubik. Ida Bagus berharap Bupati mengeluarkan kebijakan penyesuaian tarif setiap tahun sebesar 10% sesuai dengan Perda dan Permendagri yang berlaku.

Pada akhir acara, Asisten Daerah II selaku unsur Pemerintah Daerah, BPPSPAM selaku Pemerintah Pusat, dan PDAM melakukan penandatanganan pelaksanaan action plan sebagai bentuk dukungan kepada PDAM. Sebagai tindak lanjut, action plan yang sudah ditandatangani akan dibawa ke Direktorat Cipta Karya, Kementerian PUPR untuk mendapatkan rekomendasi ataupun masukan program mengenai pelaksanaan action plan.

 

GIS BPPSPAM

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1112
mod_vvisit_counterKemarin4779
mod_vvisit_counterMinggu ini19613
mod_vvisit_counterMinggu lalu29305
mod_vvisit_counterBulan ini104672
mod_vvisit_counterBulan lalu141434
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung4003323

Pengunjung Online : 69
IP anda : 54.166.188.64
,
2017-11-24 05:15