Bupati Bone Bolango Dukung Program peningkatan Efisiensi Produksi pada PDAM
altSalah satu tantangan yang dihadapi oleh mayoritas PDAM di Indonesia adalah tingginya biaya listrik atau energi yang tinggi untuk mengoperasikan sistem penyediaan air minum. Kondisi ini menyebabkan biaya produksi dan distribusi yang tinggi. Dalam rangka memfasilitasi PDAM untuk efisiensi biaya produksi,  Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM)  melaksanakan workshop Fasilitasi Peningkatan Efisiensi Produksi pada PDAM di Kabupaten Bone Bolango,  Gorontalo pada Kamis (5/10).

 
Acara dibuka oleh Bupati Bone Bolango, H. Hamim Pou S.kom MH dan dihadiri oleh Kasubag Fasilitasi Penyiapan Penilaian dan Peningkatan Kinerja Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) ), Ir. Desrah Sibarani, MT sebagai narasumber. Hadir dalam acara Sekda Kab Bone Bolango, Ketua DPRD Kabupaten Bone Bolango dan perwakilan dari  Kepala Bappeda Kab Bone Bolango, Ketua Dewan Pengawas PDAM, Kepala Satker PSPAM Provinsi Gorontalo dan Direktur PDAM Kab Bone Bolango serta Staf.
Bupati Bone Bolango, H. Hamim Pou S.kom MH menyampaikan bahwa cakupan pelayanan PDAM Bone Bolango masih rendah karena masih terkendala lokasi pelayanan yang jauh. Jauhnya lokasi pelayanan menyebabkan biaya distribusi sangat tinggi.  Selain itu juga cara mendistribusikan air yang masih menggunakan listrik/perpompaan juga membuat distribusi sangat besar. Hamin berharap mendapatkan masukan dari BPPSPAM untuk mengefisiensikan biaya produksi dan distribusi PDAM.

altIr. Desrah Sibarani, MT mengatakan berdasarkan hasil evaluasi yang dilaksanakan BPPSPAM di tahun 2017, dari 375 PDAM yang telah dievaluasi,  sebanyak  206 PDAM (55%) memiliki kinerja sehat, 104 PDAM (28%) memiliki kinerja kurang sehat, dan sebanyak 65 PDAM (17%) memiliki kinerja sakit. Dengan kata lain PDAM yang memiliki kinerja sehat baru separuhnya dari total PDAM di Indonesia. Salah satu penyebab kinerja PDAM kurang sehat atau sakit antara lain masih rendahnya cakupan pelayanan, inefisiensi biaya operasi, tarif air minum yang belum FCR, belum optimalnya pendapatan; tingginya tingkat kebocoran air dan kompetensi pegawai yang kurang sesuai.

Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan diatas, BPPSPAM melakukan sejumlah kegiatan pendampingan kepada PDAM yang salah satunya adalah untuk melakukan efisiensi produksi. Beberapa tahapan kegiatan BPPSPAM dalm melakukan pendampingan PDAM Bone Bolango adalah  mengidentifikasi dan mengevaluasi kondisi existing PDAM pada unit air baku, unit produksi, distribusi, dan pelayanan termasuk skema sistem PDAM. Kemudian bersama PDAM menyusun rencana tindak peningkatan efisiensi produksi dan finansial projection program peningkatan efisiensi produksi serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pencapaian rencana tindak dan membantu permasalahan yang timbul. Hasil rekomendasi dari BPPSPAM diharapkan dapat ditindak lanjuti oleh PDAM dan didukung sepenuhnya oleh Pemda. (el/Irn)
 

 

GIS BPPSPAM

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini858
mod_vvisit_counterKemarin4173
mod_vvisit_counterMinggu ini9583
mod_vvisit_counterMinggu lalu33536
mod_vvisit_counterBulan ini78790
mod_vvisit_counterBulan lalu139702
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung3831499

Pengunjung Online : 67
IP anda : 54.166.199.178
,
2017-10-18 04:05