Presiden Berharap Waduk Karian Pasok Air Baku Provinsi Jakarta dan Banten

alt"Kita harapkan dengan waduk ini bisa mengairi lahan kurang lebih 22.000 hektar di Provinsi Banten dan yang kedua bisa menjadi air baku bagi Provinsi Banten dan Jakarta. Yang ketiga juga ada Pembangkit Listrik Tenaga Air di sini nantinya," ujar Presiden Joko Widodo ketika meninjau pembangunan bendungan Karian yang berada di Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (4/10).

Dalam kunjungannya Presiden didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Dirjen Sumber Daya Air,  Imam Santosa,  dan  Kepala Staf Presiden Teten Masduki dan juru bicara Kepresidenan Johan Budi Sapto Pribowo. Hadir juga dalam acara,  Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Bupati dan Wakil Bupati Lebak, Kepala Biro Komunikasi Publik PUPR,  endra Atmawidjaja dan Kepala Bagian Informasi dan Kerjasama Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) , Ade Syaiful Rachman ST, MT

Selain dimanfaatkan untuk irigasi dan pasokan air baku,  bendungan dengan kapasitas sebesar 314,7 juta meter kubik tersebut juga akan dimanfaatkan untuk pembangkit Listrik Tenaga Air dan pengendali banjir.

Selain melakukan pembangunan waduk karian di bagian hulu,  Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat juga tengah mempersiapakan pembangunan SPAM Karian di bagian hilir untuk mendistribusikan air dari waduk karian.

altMenteri Pekerjaan Umum, Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa proses pembangunan SPAM regional Karian sudah memasuki tahap finalisasi Pra Studi Kelayakan/Pra-Feasibility Study (Pra FS)  oleh badan usaha pemrakarsa dari Korea (K-Water). Proyek ini rencananya akan dibangun melalui skema Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha (KPBU) Unsolicited Project (Prakarsa Badan Usaha). "Proyek SPAM karian nantinya akan dibangun melaui skema KPBU,"ujar Basuki.

Kepala Bagian Informasi dan Kerjasama Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) , Ade Syaiful Rachman ST, MT  mengatakan Rencananya Proyek SPAM Karian akan dibangun dalam dua tahap. Pembangunan tahap pertama  untuk kapasitas 4.600 liter/detik  dan 1.400 liter/detik untuk tahap kedua . Untuk pembangunan SPAM Karian tahap I membutuhkan nilai investasi sebesar 3,1 triliun untuk pembangunan WTP/IPA 4.600 liter/detik, jalur pipa sepanjang 31 kilometer dan pembangunan reservoir.

Pada bulan Juli 2017, badan usaha pemrakarsa sudah menyampaikan penyusunan Pra-FS SPAM Karian kepada Menteri PUPR dan saat ini sedang dilakukan pembahasan dan evaluasi Pra FS yang difasilitasi  oleh BPPSPAM dan Direktorat SPAM Cipta Karya untuk melakukan  finalisasi Pra FS. Sementara itu pemerintah melalui Dirjen Cipta Karya sedang menyiapkan lokasi IPA dan reservoir serta penyusunan Kesepakatan Bersama (KSB) dengan Pemda offtaker (penerima air curah).  Air curah hasil pembangunan SPAM  tahap pertama akan didistribusikan kepada Pemda DKI Jakarta sebesar 3.200 liter/detik, Pemda Kota Tangerang 750 liter/detik dan Pemda Kota Tangsel 650 liter/detik. Proyek SPAM Regional Karian ditargetkan selesai dibangun dan dapat beroperasi pada tahun 2022.(el/Irn)

 

GIS BPPSPAM

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini858
mod_vvisit_counterKemarin4173
mod_vvisit_counterMinggu ini9583
mod_vvisit_counterMinggu lalu33536
mod_vvisit_counterBulan ini78790
mod_vvisit_counterBulan lalu139702
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung3831499

Pengunjung Online : 67
IP anda : 54.166.199.178
,
2017-10-18 04:05