Dewan Pengawas Pacu PDAM Kabupaten Bandung Tingkatkan Layanan Air Minum

 

altSebagai  perusahaan milik daerah, PDAM memiliki tantangan berat dalam menjalankan fungsi sosial pelayanan kepada masyarakat sekaligus memberikan kontribusi  untuk Pendapatan Asli Daerah.  Karenanya, dalam menjalankan tugasnya, PDAM  perlu mendapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah setempat sebagai pemilik PDAM. Untuk memberikan bentuk dukungan yang sesuai kepada PDAM Kabupaten Bandung, Dewan Pengawas Kabupaten Bandung mengunjungi kantor Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) pada Senin (2/10).
Kunjungan diterima oleh Kepala Sekretariat  BPPSPAM, Ir. Monhilal Dipl. SE; Plt. Anggota unsur Pemerintah BPPSPAM, Ir. M. Aulawi Dzin Nun, MSc ; Plt. Anggota unsur Pelanggan BPPSPAM, Ir. Syamsul Hidayat, MS; Advisor BPPSPAM, Ir. Budi Sutjahjo, MT; Kepala Bagian Dukungan  Teknis BPPSPAM, Ir. Emah Sudjimah, MT; dan staf bagian dukungan teknis BPPSPAM. Hadir juga dalam rapat Sekretaris Dewan Pengawas PDAM, Drs. H. Saeful Bachri, M.Si  dan anggota Dewan Pengawas PDAM yang lain.

Sekretaris Dewan Pengawas PDAM, Drs. H. Saeful Bachri, M.Si  menyampaikan bahwa sampai saat ini  jumlah sambungan pelanggan yang dilayani PDAM Tirta Raharja untuk Kabupaten Bandung adalah 87.032 sambungan rumah (SR) di wilayah Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Kota Cimahi baru. Pada tahun 2017, PDAM mentarget akan menambah kurang lebih 500 SR lagi.

Namun untuk mewujudkan hal tersebut, PDAM memiliki kendala untuk mendapatkan pasokan air baku dan kekurangan dana untuk membangun IPA dan jaringan baru.  Untuk itu, PDAM berencana melakukan kerjasama dengan badan usaha  swasta di daerah Cileunyi yang memiliki sumber mata air. Dewan pengawas berharap, BPPSPAM dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai kinerja PDAM Kabupaten Bandung serta saran untuk memperbaiki kinerja PDAM dan rencana kerjasama dengan pihak swasta yang  akan dilakukan.

altIr. Monhilal Dipl. SE menyampaikan bahwa pada tahun 2017, PDAM Kabupaten Bandung menduduki peringkat ke-4 dari 23 PDAM yang ada di Jawa Barat dengan nilai kinerja 3,78 dan masuk dalam kategori Sehat. Hal tersebut berarti bahwa kinerja PDAM Kabupaten Bandung sudah baik. Namun apabila dapat ditingkatkan maka akan lebih bagus lagi, terutama apabila dapat melakukan peningkatakn cakupan pelayanan, efisiensi energi dan menurunkan tingkat kebocoran air.

Rencana kerjasama dengan pihak swasta dapat diteruskan, namun sesuai dengan Perauran Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum,  ijin pengambilan air bakunya harus ada pada PDAM bukan pada swasta. “Berdasarkan peraturan yang baru, ijin pengambilan air  kini ada di tangan PDAM, bukan pada pihak swasta lagi. Hal ini harus diperhatikan betul-betul agar kerjasamanya tidak melanggar aturan,”ujar Monhilal menegaskan.

Ir. M. Aulawi Dzin Nun, MSc mengatakan bahwa untuk meningkatkan kinerja PDAM, sebaiknya dewan pengawas menyarankan PDAM untuk melakukan penggantian meter air. Dengan dilakukan pergantian meter maka dapat mengurangi tingkat kebocoran komersil sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan. (el/Irn)

 

 

GIS BPPSPAM

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini858
mod_vvisit_counterKemarin4173
mod_vvisit_counterMinggu ini9583
mod_vvisit_counterMinggu lalu33536
mod_vvisit_counterBulan ini78790
mod_vvisit_counterBulan lalu139702
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung3831499

Pengunjung Online : 67
IP anda : 54.166.199.178
,
2017-10-18 04:05