Investor Bidang Air Minum

SIM SPAM
GIS BPPSPAM

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini250
mod_vvisit_counterKemarin2174
mod_vvisit_counterMinggu ini9999
mod_vvisit_counterMinggu lalu13955
mod_vvisit_counterBulan ini50740
mod_vvisit_counterBulan lalu49954
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1420441

Pengunjung Online : 25
IP anda : 174.129.130.202
,
2014-08-30 03:21
Bantu Pemerintah Kembangkan Sistem Penyediaan Air Minum, BPPSPAM Kembali Gelar Sarasehan Penyusunan Jakstrada
Kamis, 28 Agustus 2014 16:25
Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM)  tak henti-hentinya melaksanakan tugasnya membantu pemerintah, dalam mengembangkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Salah satunya wujud nyata langkah yang dilakukan BPPSPAM tersebut adalah dengan menggelar sarasehan Penyusunan Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) di Kota Batam, selama dua hari pada tanggal 28 dan 29 Agustus 2014.

Saat membuka sarasehan Kamis (28/8), Kepala UPTD Air Minum Kepulauan Riau (Kepri),  Wan Afrizal mengatakan apa yang dilakukan BPPSPAM ini sangat penting sebagai perwujudan dari amanah dari Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. “Peraturan pemerintah itu mengamanatkan penyusunan Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan SPAM  serta Kebijakan dan Strategi Daerah Pengembangan  SPAM,” ujarnya. 

Amanat itu menurutnya ditindak lanjuti dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2006 dan saat ini telah diperbaharui menjadi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 13/PRT/ M/2013 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan SPAM. “Dalam Peraturan Menteri dijelaskan bahwa kebijakan dan strategi pengembangan SPAM merupakan arah pengembangan SPAM dalam lima tahun  mendatang,” ucapnya lagi. 

Baca selengkapnya...
 
Perbankan Tegaskan Komitmen Bantu PDAM Terkait Pinjaman Penyediaan Air Minum
Rabu, 27 Agustus 2014 16:35

Pihak perbankan menegaskan komitmennya untuk membantu sepenuhnya pihak PDAM yang mengajukan pinjaman dana, untuk percepatan penyediaan air minum. Komitmen tersebut disampaikan pihak perbankan, antara lain Bank Jawa Barat Banten (BJB), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) saat memberikan paparan, pada acara Persiapan Proses Pinjaman Perbankan yang diadakan Badan Pendukung dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) di Bandung, Selasa (19/8).

Komitmen membantu pinjaman yang diajukan PDAM ditunjukkan BRI dengan menyediakan alokasi anggaran pinjaman yang cukup fanstastis, yakni mencapai Rp 1,8 triliun. Anggaran sebesar itu diperuntukkan pinjaman bagi PDAM, melalui sistem jaminan pemerintah pusat, sebagimana yang diatur dalam Peraturan Presiden atau Perpres No.29 Tahun 2009 Tentang Pemberian Jaminan dan Subsidi oleh Pemerintah Pusat Dalam Rangka Percepatan Penyediaan Air Minum.
Baca selengkapnya...
 
Workshop Best Practice Penyelenggaraan SPAM di Indonesia
Senin, 25 Agustus 2014 18:40
PDAM Sehat erat kaitannya dengan PDAM besar seperti PDAM Tirta Musi Palembang, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya dan PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin dan PDAM terkenal lainnya. Namun dari data kinerja PDAM tahun 2013 yang dikeluarkan BPPSPAM, terdapat 34 PDAM dengan sambungan pelanggan (SR) dibawah 10.000 SR yang berkinerja sehat. BPPSPAM menyelenggarakan Workshop Best Practice Penyelenggaraan SPAM di Indonesia untuk memgangkat pembelajaran dari 7 (tujuh) PDAM kecil berkinerja sehat, pada tanggal 25 Agustus 2014 di Grand Inna Kuta Hotel, Bali.
Baca selengkapnya...
 
BPPSPAM Pacu Percepatan Pinjaman Perbankan Bagi 14 PDAM di Indonesia
Rabu, 20 Agustus 2014 18:22
Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) terus memacu percepatan pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs) untuk akses aman air minum sebesar 68,87 persen di tahun 2015, dan pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, dimana akses aman air minum mencapai 100 persen pada tahun 2019. Untuk mencapai tujuan besar tersebut, BPPSPAM juga memacu percepatan proses pinjaman perbankan bagi 14 PDAM  di Indonesia. 
 
Pasalnya menurut Ketua BPPSPAM, Ir. Tamin M. Zakaria Amin, M.Sc, MBA, untuk meraih target aman air minum tersebut dan mensejahterakan masyarakat melalui penyediaan air minum yang aman, diperlukan dana yang cukup besar, yakni mencapai Rp 274,8 triliun. Dari jumlah tersebut, diperlukan anggaran dari pemerintah pusat melalui APBN  sebesar Rp 90,7 triliun, pemerintah daerah melalui APBD mencapai Rp 98,9 triliun, dana PDAM sebesar Rp 33 triliun, dari sumber lain sebesar Rp 27,5 triliun, dan dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 24,7 triliun. 
Baca selengkapnya...